Categories
Uncategorized

Respon Struktural Rangka Bangunan Beton

Studi penelitian saat ini terdiri dari penentuan lokasi dinding geser yang optimal untuk mendapatkan efisiensi struktural maksimum dari bangunan rangka beton bertulang. Ini terdiri dari analisis rinci dan tinjauan Struktural Rangka desain bangunan beton bertulang tujuh lantai untuk memahami pengaruh lokasi dinding geser pada respons struktur beton bertulang ketika mengalami gaya gempa yang berbeda. Tiga lokasi jejak dinding geser dipilih dan kinerjanya dipantau dalam hal respons struktural di Struktural Rangka bawah beban lateral yang berbeda. Tujuan yang diperlukan dicapai dengan memperoleh gambar desain dan konstruksi dari struktur beton bertulang yang ada dan memodelkannya pada perangkat lunak komputer berbasis Metode Elemen Hingga (FEM). Struktur didesain ulang dan dibahas dengan empat konfigurasi yang berbeda (satu tanpa dinding geser dan tiga dengan dinding geser). Komponen rangka utama (Balok, Kolom dan Dinding Geser) superstruktur dirancang dengan menggunakan SAP 2000 V. 19.0 sedangkan Struktural Rangka substruktur (pondasi) bangunan beton bertulang dirancang menggunakan SAFE. Spesifikasi desain American Concrete Institute (ACI) digunakan untuk menghitung kekakuan penampang retak atau sifat geometris nonlinier dari penampang retak. Prosedur Uniform Building Code (UBC-97) diadopsi untuk menghitung beban gempa lateral pada struktur. Respon struktural bangunan dipantau pada setiap tingkat lantai untuk setiap zona gaya gempa yang dijelaskan oleh UBC-97. Gaya lateral gempa dipertimbangkan pada arah X dan Y bangunan. Setiap konfigurasi dinding geser dianalisis dengan cermat dan pengaruh lokasinya dikalibrasi oleh respons perpindahan struktur. Eksentrisitas terhadap kekakuan lateral bangunan diberikan dengan mengubah lokasi dinding geser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dinding geser berpengaruh signifikan terhadap respon lateral struktur terhadap gaya gempa. Hal ini juga memotivasi untuk secara hati-hati menentukan pusat kekakuan lateral bangunan sebelum menentukan lokasi dinding geser.

Struktur beton menjadi populer di Arab Saudi karena peningkatan pesat dalam populasi. Sejumlah besar bangunan beton dibangun untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus meningkat. Sejumlah Struktural Rangka besar bangunan masih dalam tahap pembangunan seperti mal, apartemen, dan gedung-gedung publik. Desain dan manufaktur beton telah berkembang di Arab Saudi dalam lima dekade terakhir. Selain itu, desain beton memainkan peran penting dalam ekonomi Saudi. Dengan evolusi teknologi, model lengkap bangunan sekarang dapat dianalisis dan dirancang menggunakan perangkat lunak dan teknologi komputer canggih. Dalam merancang suatu struktur tidak hanya perlu mempertimbangkan beban mati dan beban hidup dari struktur tersebut, banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan karena struktur menghadapi berbagai jenis beban. Faktor penting lainnya mungkin termasuk lokasi dinding geser, gaya gempa, beban angin, interaksi bawah permukaan dan geometri bangunan. Seorang insinyur tidak hanya harus mempertimbangkan berat sendiri, beban orang-orang yang akan menghuni gedung dengan mesin, perabotan, dan peralatan, tetapi, juga harus mempertimbangkan sejauh mana gaya lateral yang diharapkan akan dihadapi bangunan di sisa waktu. hidupnya. Dalam hal ini, gaya gempa memainkan peran penting dan sebagian besar struktur beton bertulang sangat rentan terhadap gempa karena bobotnya yang lebih tinggi dan telah menunjukkan kerusakan yang lebih tinggi di masa lalu [1] . Gempa bumi merupakan salah satu penyebab utama kegagalan bangunan Struktural Rangka beton bertulang. Kegagalan struktural tidak terbatas pada struktur saja tetapi juga kegagalan, pipa, sistem perpipaan, pendingin udara dan sistem kelistrikan bangunan. Selain itu, struktur tidak boleh dianggap terpisah karena juga akan mempengaruhi sekitarnya dan dapat memainkan peran penting dalam kehancuran besar. Untuk mengatasinya, banyak peneliti telah maju dan berkontribusi untuk membuat struktur RC stabil dan aman saat terjadi gempa. Ashour dan Rahman [2] melakukan analisis risiko seismik wilayah Barat di Arab Saudi dan menemukan wilayah timur rentan terhadap gempa bumi. Ahmed Yakut melakukan penilaian seismik terhadap struktur beton bertulang yang ada di Arab Saudi [3] .

Struktural Rangka